Kursus Evangelisasi Pribadi Keuskupan Ketapang
Kursus Evangelisasi Pribadi Keuskupan Ketapang
KURSUS Evangelisasi Pribadi adalah metode
pengajaran awam katolik untuk mengenal lebih dekat dengan pribadi Tuhan Yesus.
Pengajarnya sebagian besar kaum awam yang tergabung dalam dewan paroki, tapi
tentu saja ada materi-materi khusus yang juga disampaikan oleh Romo.
Beberapa tahun lalu, Gereja Katolik dianggap sebagai "raksasa
penginjil yang sedang tertidur. memiliki tradisi, struktur, umat, tetapi tidak
mempunyai api. (artinya kurang berkobar semangat penginjilannya). Datanglah Roh
Kudus.. nyalakanlah api kami !"
Kalimat diatas tertulis dalam buku ME
(Misi Evangelisasi) halaman 1. Lahirnya buku ME, mengawali lahirnya gerakan
Evangelisasi di kalangan umat Gereja Katolik. Kunci Penginjilan Katolik
meliputi 3 bidang besar, yakni : 1). Lebih banyak membagikan kesaksian iman
daripada mempertobatkan.
2). Lebih banyak menekankan keterlibatan dan partisipasi awam bersama hierarki
Gereja, dan para klerus yang telah dilatih khusus dalam pewartaan Injil dan
proses penginjilan, yang menghasilkan :
3). Orang-orang katolik dewasa yang sangat berdedikasi yang dibentuk dan
dididik rohaninya, sehingga mereka dapat menerapkan dan menghayati sendiri
Injil dalam kehidupannya sehari-hari.
Kesaksian iman ini adalah seseorang menceritakan pengalaman
hidupnya. Banyak mukjizat yang Tuhan sudah beri dalam sejarah hidup kita.
Perkembangan iman seseorang mengalami turun naik. Saat tertentu Tuhan
menyelamatkan kita dari keterpurukan berkali-kali, di lain waktu kita sukses
atas pencapaian hidup. Di lain pihak ada kesedihan terhadap persoalan hidup
yang berbeda.
Pengalaman hidup iman seseorang ini, ternyata sangat bermanfaat
bagi seseorang lain yang sedang mengalami keterpurukan yang hampir mirip di
waktu yang berbeda. Saling bertukar cerita pengalaman hidup yang melibatkan
karya penyelamatan Tuhan dalam hidup kita inilah, yang dinamakan proses
penginjilan dalam gereja katolik.
Penginjilan katolik tanpa perlu mengajak seseorang bertobat,
selanjutnya Allah Roh Kuduslah yang akan bekerja menyelamatkan hidup
seseorang secara pribadi di lain waktu. Jika kita mendoakan seseorang
yang sedang letih lesu dan berbeban berat pun, kita tidak perlu menghakimi
orang tersebut dalam doa kita.
Kita hanya berserah terhadap segala permasalahan yang dihadapinya
kepada Tuhan, selanjutnya biarlah Tuhan yang bekerja membentuk dia, sebagai
jawaban cinta kasihNya.
Tuhan adalah kasih, dia tidak akan membiarkan umatnya terpuruk
dalam segala permasalahannya. Jika dia memanggil seseorang untuk menolong
seseorang yang lain yang sedang berbeban berat dengan hanya mendoakan, maka
dengan cara sederhana pula, Tuhan bisa memberi solusi kepada orang tersebut
secara tepat pada waktunya.
Seorang penginjil katolik pada saat sharing iman, bisa tidak
menggunakan Firman, tetapi penekanannya hanya untuk memancing seseorang yang
sedang diinjilinya, mau menceritakan masalah hidupnya. Rencana Allah semuanya
baik, hanya saja manusia yang diberi pilihan bebas, seringkali memilih jalan
sendiri, yang sejatinya tidak sesuai dengan kehendakNya.
Jawaban Allah, adalah Firman Allah menjadi manusia bernama Yesus
Kristus Putra Allah yang hidup, artinya di dalam Yesus, terdapat jawaban
semua persoalan masalah kita. Seorang penginjil akan memakai Firman Tuhan di
dalam Kitab Suci untuk menyelesaikan segala masalah orang yang diinjilinya,
karena di dalam Firman dan Doa bisa mengubah segala sesuatu. Firman yang
menyentuh hati seseorang dapat menguraikan simpul-simpul hidup. Di dalam Firman
ada sumber kehidupan dan sumber kesembuhan.
Penginjil awam ini membantu kerja Romo Paroki, dalam
menjemput domba-domba yang hilang diantara umat parokinya. Untuk itulah KEP bisa sebagai sarana mempersiapkan seorang warga
lingkungan menjadi seorang pewarta kabar sukacita di sekitar lingkungannya. KEP
juga bisa mempersiapkan warga lingkungan untuk diutus melayani gereja misal
tugas pelayanan koor, pro diakon, katekis, bahkan duduk di dewan paroki atau
yang sederhana menjadi pengajar sekolah minggu.
Langkah terakhir dari 5 langkah Pemuridan Evangelisasi adalah
integrasi ke dalam pelayanan di dalam komunitas doa tertentu sesuai
bakatnya. Banyak sekali komunitas doa di dalam gereja katedral ; ada komunitas
doa karismatik, komunitas doa taize, komunitas doa meditasi (hening) katolik,
komunitas doa kerahiman ilahi, komunitas doa Legio Maria. Semua komunitas
doa itu bertujuan membimbing anggotanya menemukan Tuhan lebih dekat dalam
segala aktifitas hidupnya.
Ada yang doa berpusat pada Kerahiman Allah (doa kerahiman ilahi),
pada Allah Putera (komunitas doa hati kudus Yesus) dan ada yang kepada Allah
Roh Kudus (komunitas pembaharuan doa karismatik, ada yang kepada Allah
Tritunggal (komunitas Tri Tunggal Mahakudus) serta ada yang berpusat kepada
Bunda Maria (komunitas Legio Maria) dan semua tujuan komunitas itu demi
kemuliaan Allah serta masih banyak lagi komunitas di Keuskupan Ketapang.
Harapan Gereja, agar peserta KEP dapat mewartakan kabar sukacita
yang dibawa Tuhan Yesus, sebagai tugas perutusannya ke umat katolik lain
melalui sharing pengalaman iman, mendoakan bagi yang membutuhkan dan mengajak
umat untuk mengenal lebih dalam pribadi Tuhan dengan segala teladan
kebajikanNya. Tuhan Yesus menjanjikan Roh Penolong (Roh Kudus) untuk menyertai
tugas perutusan ini.
Saat sebelum pengajaran KEP yang
berlangsung 3,5 bulan, kita perlu mempersiapkan hati terlebih dahulu. Di acara Rekoleksi
Awal, ada acara Doa Pencurahan Roh Kudus. Umat katolik sudah banyak mengetahui
hal ini, tetapi seringkali salah memahami arti Doa Pencurahan Roh Kudus.
Seseorang dibaptis katolik, saat itulah Roh Kudus telah diterimanya. Saat kita
menerima Sakramen Penguatan, kita mendapat kepenuhan 7 (sapta) karunia Roh
Kudus, yang terdiri ; Roh kebijaksanaan, Roh Pengertian, Roh Nasehat, Roh
Keperkasaan, Roh Pengenalan akan Allah, Roh Kesalehan dan Roh Takut akan
Allah.
Roh Kudus dengan 7 karunianya inilah yang membimbing, menghibur,
menolong kita untuk menjalani hidup. Seiring perjalanan hidup seseorang,
perkembangan iman seseorang mengalami naik turun, karena manusia diciptakan
dengan diberi kehendak pilihan bebas. Saat seseorang
memilih jalan berlawanan arah dengan kehendak Allah, maka saat itu dia menjauh
dari Allah. Roh kudus yang telah ada di dalam hati seseorang sering tidak
disadari, tapi tetap setia membisikkan dalam suara hati.Seseorang sering belum
dapat membedakan manakah suara Roh Baik dan manakah suara Roh Jahat.
Santo Ignatius Loyola mengajarkan
Siklus Latihan Rohani, untuk bisa membedakan suara Roh tersebut dan bisa
mengambil langkah mengikuti suara Roh Baik untuk kembali kepada jalan Tuhan.
Santo Yohanes Salib, mengajarkan Mati Raga yang berbunyi : “Kita seperti batu
yang harus dipahat dan dibentuk sebelum digunakan dalam bangunan.
Orang-orang yang Tuhan tempatkan di
sekeliling kita seperti pengrajin untuk membentuk dan mematikan kita.
Orang-orang akan membentuk kita dengan 4 cara :
1). Melalui Kata-Kata, memberi tahu apa yang tidak ingin kita dengar.
2). Melalui Perbuatan, melakukan pada kita, apa yang tidak ingin kita tanggung.
3). Dengan Temparamen, pribadi dan tindakan mereka mengganggu kita.
4). Dengan Pikiran, tidak menghargai atau merasakan cinta untuk kita.
Ingatlah dalam situasi ini, kita
harus menanggung Mati Raga, dan gangguan ini dengan Kesabaran Batin”.
Saat mengalami kejatuhan iman itulah
seseorang memerlukan Retreat, Rekoleksi atau pemulihan iman, pemulihan hidup
baru dalam api Roh Kudus. Api Roh Kudus bukanlah seperti api Lilin yang
membakar lilin sampai habis, kemudian api itu padam. Tetapi mintalah kepada
Allah, api Roh Kudus yang tidak membakar, yang tetap menyala berkobar-kobar,
tak pernah padam. Api cinta kasih Allah Roh Kudus inilah yang akan menerangi
kegelapan hati kita, menyingkirkan sisi gelap (Roh Jahat) dalam diri kita.
Tanpa kita sadari, Roh Kudus itu yang
menuntun kita dan memberi kekuatan pada saat mengalami kepahitan hidup.
Ef 5:8 : “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah
terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang”. Yoh
12:36 : “Percayalah pada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu
menjadi anak-anak terang.” 1 Tes 5:5 : “karena kamu semua adalah anak-anak
terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang
kegelapan”. 1Tes 5:8 : “Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah
kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan
keselamatan”.
Pemulihan iman dengan mengikuti
Rekoleksi di awal KEP dan Retreat Perutusan ini sangat diperlukan, sehingga
kita bisa mendapatkan 9 Buah-Buah Roh Kudus ; Kasih, Sukacita, Damai
Sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan, Kesetiaan, Kelemah-lembutan,dan
Penguasaan diri. Pohon Roh Kudus dalam diri kita apabila ingin segera berbuah
dan buahnya tetap berlimpah, maka kita perlu menyirami setiap hari dengan
mendengarkan firman Tuhan Yesus, menyambut santapan rohani tubuh dan darah
kristus sesering mungkin dan memberi pupuk dalam pelayanan di komunitas doa,
serta pelayanan terhadap sesama (memberi penghiburan, peneguhan iman, dan
mendoakan orang yang membutuhkan pertolongan).
Seseorang yang telah mendapat satu
atau lebih kharisma Roh Kudus (ada 9 kharisma Roh Kudus), akan berusaha
membagikan manfaatnya ke orang-orang yang membutuhkan pertolongan, baik ke
dalam komunitas doa maupun permintaan secara pribadi di luar komunitas doa.
Apapun kharisma yang di dapat peserta
di acara Doa Pencurahan Roh Kudus di dalam Retreat Perutusan, orang tersebut
wajib melatihnya dalam komunitas doa yang sesuai. Jika tidak dilatih, kepekaan
mendengarkan dan mengikuti kehendak suara Roh Kudus ini, bisa tertidur kembali
bahkan bisa hilang.
Oleh sebab itulah, penginjilan
katolik, lebih menekankan kata “pribadi” melekat pada diri sendiri terlebih
dahulu. Mat 7:3 : “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu,
sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?” Sehingga Kursus Evangelisasi Pribadi ini, Tuhan Yesus sendiri
yang mencari orang-orang pilihannya, seperti saat Yesus memilih para Rasul. Mat
4:19 : Yesus berkata kepada mereka : “Mari Ikutlah Aku, dan kamu akan
Kujadikan penjala manusia”.
Umat katolik yang terpanggil mengikuti ajakan Yesus ini, bisa
mengawalinya dengan mengikuti proses belajar di KEP Keuskupan Ketapang.yang
berlangsung 2-3 minggu setelah Paskah. Pengajaran dari tanggal 2 Maret sampai
dengan 19 Mei 2024. Retreat Perutusan 17-18-19 Mei 2024.
Panitia KEP II Keuskupan Ketapang telah terbentuk, artinya telah
dibuka pendaftaran peserta sejak dini, dan semua lingkungan dalam paroki
Katedral Ketapang, termasuk semua lingkungan di Paroki Santa Gemma
Galgani.Paroki Gereja Santo Agustinus Ketapang, alangkah baiknya apabila mau
mengirimkan 12 warganya per lingkungan yang terdiri dari orang tua sepuh yang
merasa terpanggil untuk melayani Tuhan, , keluarga muda sebagai penerus
regenerasi kepengurusan di lingkungan, pro diakon, katekis dan di dewan paroki
maupun OMK, sebagai generasi penerus pengurus dan penggerak berbagai komunitas
doa di Gereja Katedral Santa Gemma Galgani Ketapang.

Komentar
Posting Komentar